Stuxnet / Winsta, Virus Dana Besar Pengincar Nuklir

Stuxnet / Winsta, Virus Dana Besar Pengincar Nuklir

Hati-hati Jadi Korban Stuxnet Winsta, Hardisk Tiba-tiba Penuh dan coba pelajari Gejala Komputer terinfeksi Virus Stuxnet / Winsta di artikel sebelumnya.

Virus / Worm trojan Stuxnet atau Winsta ini menyerang software otomatisasi untuk industri (pabrik) yaitu SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition), WinCC, dan PCS 7 dari Siemens. Dan menurut informasi Iran dan Indonesia terinfeksi Virus Stuxnet Winsta Paling Besar.

Dan kini, muncul informasi baru lagi bahwa Stuxnet / Winsta merupakan virus yang menghabiskan dana Besar yang bernilai jutaan dolar dan virus ini mengincar komputerisasi Nuklir.

Stuxnet / Winsta, Virus Dana Besar Pengincar Nuklir

Serangan Stuxnet / Winsta memang menghebohkan. Berkat kecanggihannya, worm tersebut berhasil melumpuhkan ribuan komputer di seluruh dunia. Bahkan Indonesia tercatat sebagai korban kedua terbesar di dunia setelah India.

Modus yang digunakan oleh Stuxnet / Winsta terbilang cukup unik. Jadi tidak heran jika banyak pengguna yang tidak menyadari telah diserang oleh ‘cacing’ ganas tersebut.

Stuxnet / Winsta adalah worm yang paling canggih saat ini, kodenya begitu kompleks. Dan worm ini memiliki cara penyerangan yang bervariasi,” ujar Eugene Kaspersky selaku pendiri perusahaan antivirus Kaspersky Lab di Grand Hyatt Hotel, Bali, Kamis (17/11/2010).

Stuxnet / Winsta kali pertama ditemukan pada Juni 2010 oleh perusahaan keamanan asal Belarusia. Worm ini menjadi begitu populer lantaran dapat memantau sekaligus memprogram ulang sistem yang banyak dipakai oleh industri.

Selain memiliki kode yang terbilang paling canggih saat ini, Stuxnet / Winsta juga diperkirakan telah menghabiskan dana yang besar untuk pembuatannya.

Stuxnet / Winsta itu bernilai jutaan dolar. Dan saya yakin, ada negara tertentu yang di balik pembuatan worm tersebut,” tegas Eugene, di sela-sela berlangsungnya AVAR 2010.

Stuxnet / Winsta dan Nuklir

Fakta baru soal virus Stuxnet / Winsta yang mengemukan adalah, dari kode penyusunnya, diduga kuat virus itu dirancang untuk mensabotase pembangkit listrik tenaga nuklir di Iran.

“Indikasinya, pembuat Stuxnet / Winsta ingin masuk ke dalam sistem dan tidak ditemukan untuk waktu lama dan melakukan perubahan secara perlahan dan diam-diam, tanpa menimbulkan kegagalan sistem,” tulis Liam O Murchu, peneliti Symantec Security Response, dalam makalah penelitiannya yang dikutip detikINET dari Wired.

Awalnya, Stuxnet / Winsta dikira sebagai worm biasa yang cukup canggih. Tapi, peneliti kemudian menemukan worm itu menargetkan sistem khusus ‘supervisory control and data acquisitionSCADA).

SCADA digunakan untuk mengendalikan sistem pipa, pembangkit listrik tenaga nuklir dan perangkat manufaktur lainnya.

Lebih lanjut, peneliti menemukan bahwa Stuxnet / Winsta dirancang untuk melakukan pencegatan perintah spesifik dari SCADA ke fungsi tertentu. Meski belum bisa dipastikan apa, namun temuan terbaru menguatkan dugaan bahwa targetnya adalah PLTN Bushehr atau Natanz di Iran. {detikinet]

Baca :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *