Razia Microsoft Bajakan bagi Penjual dan Dealer Komputer

Razia Microsoft Bajakan bagi Penjual dan Dealer Komputer

Microsoft menegaskan kepada para penjual komputer bahwa Microsoft tidak akan mentolerir perilaku yang membuat dealer komputer, perusahaan dan konsumer menanggung resiko karena menggunakan software bajakan.

Menurut Departemen hukum regional Microsoft yang berbasis di Singapura), sedang dilakukan tindakan anti pembajakan untuk mengidentifikasi para penjual PC yang diketahui menjual PC-PC baru yang sudah diinstall software Microsoft bajakan atau palsu kepada pembeli yang bermaksud membeli software asli.

Software bajakan akan memiliki resiko keamanan dan privasi yang tinggi dan rentan terhadap penggunaan e-banking dan transaksi di internet.

Kampanye anti-pembajakan ini akan dilakukan selama 6 bulan ke depan. Komunikasi langsung dengan penjual komputer sedang dilakukan pada saat ini.

Fokus dari inisiatif ini untuk melindungi pengguna dan menyetarakan aturan main di kalangan dealer komputer. Dalam kampanye ini, penyidik swasta akan melakukan pembelian komputer baru secara acak dan mengirim komputer-komputer tersebut ke teknisi software yang akan menguji apakah komputer tersebut dijual dengan software asli dan berlisensi atau tidak.

Dealer yang menjual komputer dengan software asli akan menerima surat penghargaan dari Microsoft, sedangkan mereka yang tidak lulus menghadapi “pembeli misterius” ini akan menerima surat tuntutan hukum yang akan dikenakan tuntutan hukum perdata atau dilaporkan kepada pihak Kepolisian untuk menghadapi tuntutan pidana.

“Dalam 3 tahun terakhir, kami telah menghabiskan banyak waktu dan upaya untuk mengedukasi para dealer komputer mengenai kerugian akibat penjualan PC yang sudah terisi dengan software bajakan. Kami telah melakukan survei pada banyak dealer di seluruh tanah air dan mengeluarkan surat yang bersifat edukatif dan peringatan kepada lebih dari 2000 dealer,” terang Jonathan Selvasegaram, legal advisor for Intellectual Property Microsoft, yang dilansir melalui keterangan resminya, Rabu (8/9/2010).

“Kami sudah mengambil pendekatan yang bersifat edukatif sebelumnya tapi kami juga menyadari kebutuhan akan tindakan yang lebih ‘tegas’ perlu dilakukan guna melindungi pembeli dari masalah keamanan dan virus yang dengan bebas ikut terbawa di dalam software bajakan,” tambahnya.

sumber : http://techno.okezone.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *