Kelemahan Tracking Visitor Google Analytics yang Terlupakan

Kelemahan Tracking Visitor dengan Google Analytics yang Terlupakan.

Tracking visitor dengan menggunakan Google Analytics memang merupakan tools untuk melihat pengunjung suatu blog atau web yang paling sering pakai. Layanan dari google ini selain gratis, juga menyediakan fitur-fitur yang tak kalah dengan tools tracking visitor lain yang berbayar.

Tapi hasil dari Google Analytics ini kadang kala kita merasa lebih sedikit hits atau page view dari tools tracking visitor lainnya. Masalah kekurangan pencatatan visitor oleh Google Analytics ini terutama bagi blog yang menggunakan tampilan mobile version.

Sekarang kita ambil contoh blog atau web yang menggunakan WordPress engine yang sudah terpasang plugin atau script mobile version. Script atau plugin untuk mobile version ini selalu menggunakan User Agent untuk mendeteksi browser yang dipakai visitor. Dan script atau plugin untuk mobile version ini juga mempunyai themes sendiri yang lebih sederhana dibanding dengan themes utama dari blog atau web kita yang bertujuan untuk memperingan loading dan memperkecil bandwidth yang dipakai visitor mobile.

Di Cpanel self hosting, biasanya sudah tersedia Awstats yang juga dapat kita gunakan untuk tracking visitor secara real time. Tracking dari Awstats ini juga sangat lengkap. Dan jika kita bandingkan hasil pencatatan visitor blog atau web yang memakai script atau plugin mobile version, dengan menggunakan Awstats dan Google Analytics sangat jauh bedanya. Hasil pencatatan visitor lebih banyak di Awstats. Kenapa ?

Inilah permasalahan yang sering terlupakan oleh kita (dan juga kulupakan …. hehehehe….). Pemasangan script Google Analytics hanya kita pasang di themes utama. Sedangkan pada themes mobile version tidak kita pasang.

Tracking code dari Google Analytics adalah :

<script type=”text/javascript”>
var gaJsHost = ((“https:” == document.location.protocol) ? “http://ssl.” : “http://www.”);
document.write(unescape(“%3Cscript src='” + gaJsHost + “google-analytics.com/ga.js’ type=’text/javascript’%3E%3C/script%3E”));
</script>
<script type=”text/javascript”>
try{
var pageTracker = _gat._getTracker(“UA-xxxxxx-x”);
pageTracker._trackPageview();
} catch(err) {}
</script>

yang mana “UA-xxxxxx-x” adalah Google Analytics Account Number.

Sekarang mari kita lihat source code dari blog atau web kita. Lihat di tampilan web dan juga lihat di tampilan mobile. Ternyata pemasangan tracking code Google Analytics yang terlupakan oleh kita. Kita terlalu dimanjakan dengan plugin Analytics yang mempunyai cara yang sangat mudah dengan hanya memasukkan Google Analytics Account Number saja.

Lalu bagaimana menambahi tracking code Google Analytics tersebut di mobile themes kita ?

Sekarang kuambil contoh kita menggunakan WordPress dengan plugin MobilePress. Secara default letak dari themes dari Mobilepress ada di folder /public_html/wp-content/plugins/mobilepress/system/themes. Kini tinggal sisipkan tracking code Google Analytics di atas di sebelum code </head> yang biasanya terletak di header.php.

Apa cara ini bisa membuat hasil tracking antara Awstats dan Google Analytics sama?

Belum tentu juga jawabnya….. Hal ini disebabkan antara lain :

  • Belum tentu mobile browser yang dipakai visitor tersebut support javascript.
  • Visitor bisa juga men-disable javascript di browser nya
  • Crawler yang mengakses belum tentu tercatat juga oleh Google Analytics

 

Comments(7)
  1. uniqpost
  2. kucoba.com situs blog modern
  3. Islam Akidahku dan Sains Teknologi
  4. Johar
  5. penggiat blogging
  6. dHaNy
  7. Jaka @psdesain.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *