Fujifilm X100S, Kamera Mirrorless dengan Autofokus Cepat

Fujifilm X100S, Kamera Mirrorless dengan Autofokus Cepat

Fujifilm X100S merupakan senjata baru bagi Fujifilm. Dengan senjata barunya ini, Fujifilm seperti ingin mengembalikan lagi kejayaannya di dunia fotografi. Kalau ada banyak orang yang antusias dengan kehadirannya, pasti ada sesuatu yang istimewa. Mau tau seperti apa kemampuannya? Berikut ini pandangan redaksi CFVD terhadap Fujifilm X100S berdasar pada hasil pengujian di lapangan.

Fujifilm X100S, Kamera Mirrorless dengan Autofokus Cepat

Sekarang ini, Fujifilm X100S menjadi salah satu kamera yang paling hangat diperbincangkan di kalangan pehobi fotografi. Terutama di kalangan pehobi yang sudah berkecimpung cukup di dunia fotografi. Bahkan, selama berlangsungnya pameran Focus di Maret 2013, kamera yang mengusung gaya repro ini menjadi salah satu item yang paling diburu.

Pemain lama fotografi seolah dibuat kembali bernostalgia dengan sistem pengaturan manual yang disodorkan Fujifilm X100S. Tidak ada tombol khusus untuk mode pemotretan seperti kebanyakan kamera profesional. Pilihan mode pemotretan dengan cara mengkombinasikan tombol putar kecepatan shutter dengan ring aperture yang menyatu dengan lensanya.

Untuk menggunakan mode Manual, pilihan di tombol shutter dan aperture tinggal diarahkan pada nilai yang diinginkan secara manual. Untuk mode semi otomatis seperti Aperture Priority, di tombol shutter atur di label A (Automatic) sedangkan aperture tinggal diatur secara manual. Untuk mode otomatis, di tombol shutter diatur di label A di ring aperture juga diatur di label A. Konsep pengoperasian seperti inilah yang membuat X100S disukai para pengguna berpengalaman.

Faktor ergonomi menjadi tantangan utama bagi kamera berkonsep retro. Dalam hal ini, desain yang ditawarkan Fujifilm X100S nyaris sempurna. Tombol putar manual untuk kecepatan shutter dan kompensasi eksposur ditempatkan dengan baik sehingga bisa dioperasikan dengan mudah dan nyaman. Hanya ring aperturenya saja yang masih sedikit kurang nyaman.

Parameter-parameter penting seperti white balance, mode drive, dan AF area memiliki tombol khusus. Sedangkan peilihan ISO kamera bisa dilakukan dengan cepat menggunakan tombol Function (Fn) yang terletak di samping tombol shutter. Tampilan desain di bagian belakangnya sama dengan pendahulunya. Hanya ada sedikit pertukaran saja antara tombol untuk mode drive dengan AF area. Penyempurnaan desain yang teliti yang sangat baik.

Fitur Unggulan Fujifilm X100S

Kalau hanya dilihat dari luar, Fujifilm X100S memang tidak mengalami banyak perubahan dibanding X100. Dari luar, sifatnya hanyalah penyempurnaan desain saja. Bahkan, ukuran dan resolusi layar LCD yang dipasang masih sama dengan model sebelumnya.

Kita akan merasakan perubahan signifikan pada kamera yang dilengkapi dengan feature Hybrid Viewfinder ini pada saat menggunakannya dalam pemotretan. Dengan teknologi tersebut, pengguna masih bisa memanfaatkan optical viewfinder pada X100S yang terang dan jernih tapi tetap bisa melihat tampilan parameter-parameter pentingnya secara elektronik. Feature unik ini bakal sangat disukai pengguna yang sudah terbiasa memakai kamera DSLR. Hanya saja, feature hybrid viewfinder tersebut tidak bisa bekerja di mode fokus manual. Di fokus manual, viewfinder secara otomatis akan bekerja secara elektronik.¬

Terobosan palinng penting dari kamera baru ini terletak pada perubahan sensor dan prosesornya. Dengan memakai sensor CMOS X-Trans II berukuran APS-C dan prosesor generasi EXR II yang merupakan turunan dari X-Pro1, resolusi gambar dinaikkan menjadi 16,3 Megapixel. Sensitivitas sensornya pun bisa dipacu sampai di ISO 25600.

Pergantian sensor dan prosesor tersebut terbukti mampu memperbaiki performa Fujifilm X100S saat dipakai di kondisi minim cahaya. Saat dipakai untuk memotret interior dengan cahaya seadanya, di ISO 800 hampir belum muncul noise. Saat sensitivitasnnya dinaikkan ke ISO 1600, noise yang muncul pun masih cukup minim. Di ISO 3200, noise yang muncul belum mengganggu. Ketajaman gambarnya pun masih terbilang baik.

Yang paling mengesankan, penggunaan prosesor baru membuat kecepatan autofokus dari X100S meningkat pesat dibanding pendahulunya. Saat digunakan di dalam ruangan dalam situasi kontras yang cukup rendah, autofokusnya masih bisa bekerja dengan baik. Dengan performa seperti ini, fujifilm X100S lebih bisa dinikmati saat dipakai untuk memotret secara candid.

Spesifikasi Kamera Mirrorless Fujifilm X100S

  • Sensor CMOS II X-Trans APS-C 16,3 juta piksel
  • Prosesor II EXR
  • Jendela bidik Hibrida (OVF/EVF)
  • Lensa FUJINON 23 MM F2
  • AF Hibrida Pintar (dengan kecepatan AF tercepat di dunia 0,08 detik)
  • Waktu memulai 0,5 detik
  • Jeda waktu rana 0,01 detik
  • Interval pengambilan gambar 0,5 detik
  • LCD Cerah Premium 2,8 inci (460K dot), sudut pandangan lebar dan kontras tinggi
  • Lampu Kilat Super Pintar
  • Kecepatan pengambilan rentetan hingga 6,0 bingkai per detik pada resolusi penuh (maksimal 31 bingkai)
  • Fungsi Sorot Puncak Fokus
  • Tampilan Gambar Pisah Digital
  • Filter artistik
  • Perekaman film full HD (60 fps/30 fps)

Fujifilm X100S, Kamera Mirrorless dengan Autofokus Cepat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *