Bagaimana Cara Investasi buat Pemula

Investasi itu perlu. Tapi banyak yang belum tahu bagaimana cara melakukannya. Bagaimana tips investasi, terutama buat pemula?

Anda harus investasi jika ingin mencapai tujuan keuangan. Dana pendidikan anak dan dana pensiun, misalnya, hanya mungkin diwujudkan dengan investasi pemula.

Sudah banyak yang paham soal itu.

Masalahnya, banyak yang salah pilih investasi. Bukan untung, malah buntung.

Kenapa Perlu Investasi Pemula

Karena ada inflasi, saat ini mencapai 6% setahun. Inflasi adalah indikator kenaikkan harga barang.

Menempatkan uang di tabungan bunganya 3 – 4% setahun. Uang di tabungan tidak akan cukup menutupi kenaikkan biaya hidup (6% inflasi vs. 4% bunga).

investasi pemula

Dari sini, faktanya Anda bisa lihat bahwa menabung tidak akan membawa Anda jadi kaya. Miskin iya. Bukan instrumen yang menguntungkan sebenarnya. Ironisnya, fakta ini banyak yang tidak tahu.

Karena mengandalkan simpanan di tabungan tidak akan bisa mewujudkan impian keuangan, Anda HARUS investasi. Karena investasi memberikan keuntungan diatas inflasi.

Bagaimana Memilih Investasi Pemula

Bagaimana melakukan investasi? Paling tidak ada tiga hal yang perlu Anda pahami.

#1 Tujuan Lo Apa

Perencana keuangan ternama, Ligwina Hananto, pernah menyampaikan ‘Tujuan Lo Apa’.

Investasi adalah instrumen, tools, untuk mencapai tujuan keuangan. Jadi investasi itu bukan tujuan. Anda harus tentukan dahulu tujuannya untuk apa, mau apa dan untuk kapan.

Tujuan tersebut adalah apa, berapa dan kapan. Jadi misalnya tujuannya adalah dana pendidikan, maka Anda harus tentukan berapa targetnya, untuk kapan SD SMP atau SMA.

Setelah tahu tujuannya, baru Anda mengevaluasi mana instrumen investasi yang paling cocok untuk mewujudkan tujuan tersebut. Secara umum, patokannya adalah investasi dengan keuntungan tertinggi dan risiko terbesar ditujukan untuk target yang paling lama pencapainnya karena makin lama rentang investasinya risikonya bisa makin dikendalikan. Begitu pula sebaliknya.

#2 Risk dan Return

Keuntungan tinggi; risiko juga tinggi; risiko rendah, keuntungan juga rendah. Ini prinsip investasi.

Jadi kalau ada yang menawarkan investasi atau apapun, dengan keuntungan selangit dan bilang bahwa itu risikonya rendah, Anda wajib curiga atau bahkan tidak perlu buang waktu mendengarkannya. Karena itu artinya melawan kenyataan dan fakta di dunia keuangan yang sudah lebih dari 100 tahun.

Dari sini Anda sudah bisa paham bahwa ketika berinvestasi dengan return tinggi maka harus siap dengan risiko tinggi. Jadi berburu investasi dengan keuntungan tertinggi bukan selalu yang terbaik, karena sangat mungkin Anda tidak siap dengan risikonya.

#3 Harus Paham Apa Investasinya

Beberapa hal yang perlu dipelajari dan dipahami ketika akan melakukan investasi:

Legalitas. Apakah investasi tersebut memiliki ijin resmi dari lembaga berwenang. Secara umum, produk keuangan harus punya ijin dari OJK atau Bank Indonesia.

Adanya ijin memastikan bahwa pengelola sudah melewati serangkaian screening dan sertifikasi dari otoritas dan jika dikemudian hari muncul masalah atau sengketa terdapat sarana pengaduan untuk mencari resolusi.

Paham Risikonya. Sayangnya tidak semua orang mau menyampaikan sisi risiko ini (utamanya pihak yang sedang menjual produk kepada Anda). Makanya, karena ini adalah uang Anda, Anda yang harus gencar dan kritis menguliti kemungkinan dan dimana kerugiannya.

Percayalah, jika sudah tahu potensi kerugiannya dari awal, ketika rugi betulan, Anda lebih siap menerimanya. Itu saya alami sendiri.

Paham ‘Business Model’-nya. Setiap bisnis pasti punya ‘model’ bagaimana menghasilkan profit. Bagaimana bisnis ini bekerja sehingga menghasilkan keuntungan. Itu perlu Anda selidiki dan pahami.

Tujuannya supaya tahu apakah ini bisnis riil atau bodong; legal atau illegal; apakah keuntungan dan risikonya sepadan atau tidak. Jika muncul masalah, bisa segera paham pokok masalahnya, sehingga bisa memutuskan apakah akan terus berinvestasi atau menarik diri.

Bagaimana kalau bisnisnya Anda tidak paham? Ya jangan investasi disitu.

Bagaimana Anda bisa mengevaluasi apakah penawarannya masuk akal, feasible atau tidak, kalau paham saja tidak. Ada ungkapan terkenal di para bankir saat mengevaluasi permohonan kredit dari nasabah, “trust but verified”. Anda boleh percaya tapi harus memastikan informasi yang diberikan akurat dan benar.

Kesimpulan

Berinvestasi menuntut Anda belajar, memahami caranya dan seluk beluknya. Mengerti return, risiko dan bisnis modelnya. Mempercayakan pada orang lain, terutama professional sah-sah saja. Tapi, ujungnya itu uang Anda, yang akan menerima konsekuensinya (untung atau rugi), sehingga Anda yang harus bertanggung jawab atas bagaimana uang tersebut dikelola. Bukan orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *